3.4 Menelaah persatuan dan kesatuan terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara beserta dampaknya.
SBdP
3.3 Memahami penampilan tari kreasi daerah.
Bahasa Indonesia
3.4 Menggali informasi penting dari buku sejarah menggunakan aspek apa, dimana, kapan, siapa, mengapa, dan bagaimana.
IPA
3.3. Menganalisis cara makhluk hidup menyesuaikan diri dengan lingkungan.
Materi PPKn
Meskipun Indonesia terdiri atas ribuan pulau yang membentang dari Sabang sampai Merauke dengan penduduk yang berasal dari latar belakang dan kebudayaan yang berbeda-beda, namun dengan semangat persatuan dan kerja sama, bangsa Indonesia mampu mengusir penjajah dari bumi Indonesia.
‘Bersatu Kita Teguh, Bercerai Kita Runtuh’ adalah semboyan yang sering didengungkan untuk meningkatkan semangat persatuan pada masa penjajahan.
Dari cerita di atas terdapat beberapa perbedaan, yaitu perbedaan permainan kegemaran, warna kulit, adat, kebiasaan, bahasa, dan agama. Tapi mereka tidak mempermasalahkan perbedaan tersebut. Perbedaan yang ada tidak menghalangi mereka untuk bekerja sama dan bermain bersama. Perbedaan yang ada membuat kita memiliki wawasan yang luas. Kita jadi mengenal tradisi, adat istiadat, bahasa, dan permainan dari daerah lain. Dengan bekerjasama, pekerjaan akan terasa lebih ringan dan cepat selesai. Bekerjapun juga akan lebih menyenangkan jika dilakukan bersama-sama tanpa memandang perbedaan yang ada.
Materi SBdP
Tari Indang merupakan tarian yang berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat. Tari Indang dikenal juga dengan nama Tari Badindin, Tari Dindin Badindin, atau Tari Indang Badindin yang semuanya merujuk pada lagu pengiring tarian ini, “dindin badindin“. Adapun istilah “indang” mewakili alat musik sejenis rebana namun ukurannya lebih kecil, berkisar 18-15 cm. Dalam hal ini, indang difungsikan sebagai metronom (pengatur tempo).
Tari tradisional ini ini adalah suatu bentuk sastra lisan yang disampaikan secara berkelompok. Selain sebagai tari keagamaan yang difungsikan sebagai media dakwah Islam, saat ini Tari Indang juga merupakan tari pergaulan muda-mudi.
Tari ini dipertunjukkan dengan gerakan yang kompak, dinamis dan cenderung ceria. Para penarinya dituntun untuk selalu bekerja sama antara satu dengan yang lainnya. Para penari yang disebut “anak indang” berjumlah ganjil. Mereka berdendang sambil memainkan indang dipimpin oleh seorang tukang dzikir.
Pola lantai dalam tari indang dapat dipelajari pada Buku Paket Tema 2 Subtema 2 halaman 55 - 58.
Berkut video tari Indang
Materi IPA
Ciri Khusus pada Hewan
1. Unta
Unta memiliki punuk dipunggungnya. Punuk tersebut berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan dalam bentuk lemak. Selain itu, unta juga memiliki bulu mata yang panjang yang berfungsi untuk melindungi mata dari debu pasir ketika terjadi badai pasir.
2. Kelelawar
Kelelawar merupakan mamalia terbang. Kelelawar mencari makan pada malam hari sehingga disebut hewan nocturnal. Kelelawar tidur dengan posisi badan terbalik. Kakinya mampu mencengkeram atap gua atau ranting pohon. Ciri khusus yang dimiliki hewan ini adalah kemampuan ekolokasi, yaitu kemampuan untuk memperkirakan jarak benda dengan memanfaatkan bunyi pantul dari gelombang ultarsonik yang dikeluarkannya. Kelelawar tetap dapat terbang dengan baik meskipun tidak memiliki penglihatan yang baik berkat kemampuan ekolokasi tersebut.
3. Bebek
Bebek adalah hewan yang tinggal di daerah berlumpur. Hewan ini memiliki ciri khusus berupa paruh yang lebar dan pipih (seperti sudu) yang membantunya untuk mencari makan di lumpur. Kakinya memiliki selaput yang berfungsi untuk berenang dan berjalan di lumpur sehingga tidak terperosok. Bulunya memiliki kelenjar minyak sehingga bulunya tetap kering meskipung berenang di sungai.
4. Katak, bunglon, dan cicak.
Ketiga hewan tersebuh hidup di tempat yang berbeda. Akan tetapi ketiganya memiliki ciri khusus yang sama dalam hal menangkap mangsa. Ketiganya memiliki lidah yang panjang dan lengket yang membantunya untuk menangkap mangsa.
Cara Hewan Melindungi Diri
1. Kamuflase: kemampuan hewan untuk menyamarkan diri dengan lingkungannya.
Contoh : belalang sembah, belalang daun, tokek ekor daun
2. Mimikri : kemampuan hewan untuk mengubah warna kulitnya sesuai dengan lingkungan
Contoh: bunglon
3. Autotomi : kemampuan yang dimiliki hewan untuk memutuskan bagian tubuhnya
3.4 Menggali informasi penting dari buku sejarah menggunakan aspek apa, di mana, kapan, siapa, mengapa, dan bagaimana.
4.4 Memaparkan informasi penting dari buku sejarah secara lisan, tulis, dan visual dengan menggunakan aspek apa, di mana, kapan, siapa, mengapa, dan bagaimana serta memperhatikan penggunaan kosakata baku dan kalimat efektif.
IPS
3.4 Memahami makna proklamasi kemerdekaan, upaya mempertahankan kemerdekaan, dan upaya mengembangkan kehidupan kebangsaan yang sejahtera.
4.4 Menyajikan laporan tentang makna proklamasi kemerdekaan, upaya mempertahankan kemerdekaan, dan upaya mengembangkan kehidupan kebangsaan yang sejahtera.
IPA
3.3 Mengalisis cara makhluk hidup menyesuaikan diri dengan lingkungan.
4.3 Menyajikan karya tentang cara makhluk hidup menyesuaikan diri dengan lingkungannya, sebagai hasil penelusuran berbagai sumber.
MATERI DAN TUGAS
TUGAS 1 BUKU TUGAS
Buatlah pertanyaan berdasarkan teks di atas dengan menggunakan kata tanya
1. Apa
2. Kapan
3. Dimana
4. Siapa
5. Mengapa
6. Bagaimana
BACA DAN PELAJARI MATERI BAHASA INDONESIA
Kalimat efektif adalah kalimat yang mengandung gagasan pembicara/
penulis yang terdiri atas kata-kata yang mempunyai unsur SPOK.
Ciri-ciri kalimat efektif
1. Memiliki unsur penting atau pokok (minimal unsur subjek dan predikat),
2. Menggunakan struktur bahasa yang tepat,
3. Memenuhi kaidah ejaan yang berlaku,
4. Menggunakan pilihan kata (diksi) yang tepat dan sesuai kebutuhan.
Kalimat SPOK adalah rangkaian kata yang mengandung subjek (S), predikat (P), Objek (O), dan keterangan (K). Terkadang di dalam kalimat juga disisipkan pelengkap (Pel). Penting kamu ketahui apabila dalam rangkaian kata tidak terdapat subjek (S) dan predikat (P), maka rangkaian kata tersebut tidak dapat dikatakan sebagai kalimat. Rangkaian kata yang tidak mengandung subjek dan predikat dikategorikan ke dalam frasa.
Frasa adalah kelompok kata yang apabila disatukan memiliki makna lain. Contoh, kacamata. Kata “kaca” dan “mata” masing-masing memiliki maknanya sendiri. Namun, ketika disatukan dua kata tersebut menghasilkan makna lain, yaitu benda yang digunakan untuk mempertajam atau membantu penglihatan.
Sekarang kembali ke pembahasan awal tentang bentuk kalimat SPOK. Sebenarnya, kalimat SPOK itu banyak macamnya. Agar kamu lebih mudah dalam memahami bentuk-bentuk kalimat SPOK, mari simak penjabaran di bawah ini.
Subjek – Predikat (S-P)
Subjek adalah pelaku atau orang yang melakukan tindakan tertentu.
Subjek biasanya kata benda, seperti nama orang, binatang, tumbuhan, dan benda-benda.
Predikat adalah elemen kalimat yang menunjukkan tindakan yang dilakukan oleh subjek / subjek. Predikat biasanya berupa kata kerja. Sedangkan objek adalah sesuatu yang menjadi subjek tindakan subjek. Seperti subjek, objek bisa menjadi kata benda.
Kalimat yang mengandung subjek dan predikat merupakan bentuk kalimat yang sangatl sederhana. Berikut contoh kalimat dengan unsur subjek-predikat.
Lia (S) + minum (P) — Lia minum
Ari (S) + makan (P) — Ari tertidur
Bu Lina (S) + sedang mengajar (P) – Bu Lina sedang mengajar.
Kakek (S) + tertidur (P) – Kakek tertidur.
Fatimah (S) + ingin mengaji (P) — Fatimah ingin mengaji.
Pak guru (S) + tidak masuk (P) — Pak guru tidak masuk.
Dia (S) + terkejut (P) — Dia terkejut.
Subjek – Predikat – Objek (S-P-O)
Pada struktur kalimat ini ada penambahan unsur objek (O). Unsur objek biasanya diisi dengan kata benda (nomina), frasa nominal, atau klausa. Objek ini berfungsi untuk memperjelas atau melengkapi predikat (P). Berikut contoh kalimat dengan struktur subjek-predikat-objek.
Ayah (S) + mencuci (P) + motor (O) — Ayah mencuci motor.
Rara (S) + sedang bermain (P) + boneka (O) — Rara sedang bermain boneka.
Roman (S) + akan menjemput (P) + Ibu (O) — Roman akan menjemput Ibu.
Petani (S) + sedang memanen (P) + padi (O) — Petani sedang memanem padi.
Khansa (S) + tidak mengikuti (P) + ulangan harian (O) — Khansa tidak mengikuti ulangan harian.
Kita (S) + mau makan (P) + soto (O) — Kita mau makan soto.
Kamu (S) + tidak mengembalikan (P) + bajuku (O) — Kamu tidak mengembalikan bajuku.
BACA DENGAN CERMAT MATERI IPA
Habitat adalah tempat suatu makhluk hidup tinggal dan berkembang biak.
Apakah kamu pernah mengamati ayam, bebek, ikan, dan cecak?
Amati gambar berikut!
Apakah kamu mengetahui ciri-ciri hewan tersebut?
Apakah kamu juga mengetahui ciri-ciri tempat tinggalnya?
TUGAS 2 BUKU TUGAS
Tuliskan hasil pada diagram berikut di buku tugas!
Tuhan menciptakan makhluk hidup dengan segala keunikan dan keistimewaannya, tidak terkecuali hewan. Keunikan dan keistimewaan hewan tersebut kita kenal dengan ciri khusus. Ciri khusus pada hewan tersebut mempunyai hubungan yang erat dengan tempat tinggalnya. Misalnya, ikan memiliki insang untuk bernapas di dalam air, cecak memiliki perekat pada kakinya untuk dapat menempel di dinding, dan bebek memiliki selaput pada kakinya agar dapat berenang di air.
TUGAS 3 BUKU TUGAS
Amati tiga hewan yang ada di sekitarmu!
Berdasarkan pengamatanmu, catat ciri-ciri khusus hewan tersebut beserta habitatnya! Tulis laporan berdasarkan pengamatanmu dibuku tugas!
Tembang macapat mujudake salah sijine jinis lagu dhaerah utawa tradhisional Jawa. Jenise tembang macapat kuwi ana 11, yaiku:
1. Mijil,
2. Kinanthi,
3. Pucung,
4. Sinom,
5. Pangkur,
6. Asmaradana,
7. Dhandhanggula,
8. Durma,
9. Gambuh,
10. Maskumambang, dan
11. Megatruh.
Saben tembang macapat nduweni watak, sasmita, lan titikan utawa pathokan dhewe-dhewe. Ing ngisor iki diandharake titikan, watak, lan sasmitaning tembang macapat.
Watak lan sasmitane tembang macapat
Watake tembang macapat kuwi gegambaran ngenani cakriking tembang, sing kamot sajerone tembang mau. Carane meruhi wewatakane tembang mau, kanthi ndeleng isine tembang. Tuladhane, yen watake sereng, tegese isine tembang arupa pitutur tegas sing kudu digugu. Sasmitane tembang kuwi tembung tartamtu sajeroning tembang, sing bisa nuduhake jinise tembang. Carane kanthi ndeleng salah siji tetembungan ing jerone tembang.
Tugas
Tulis tabel watak, sasmita, lan titikan utawa pathokan tembung macapat ing dhuwur!
Sebelum membahas lebih jauh tentang rumus luas lingkaran dan asal-usulnya, sebaiknya kita mengetahui terlebih dahulu pengertian luas lingkaran. Apakah yang dimaksud dengan luas lingkaran?
Luas lingkaran adalah daerah di dalam lingkaran yang dibatasi oleh keliling lingkaran.
Luas lingkaran dapat diperkirakan dengan bantuan petak satuan, seperti pada gambar di bawah ini.
Untuk memperkirakan luas lingkaran tersebut, hitunglah banyaknya petak yang mewakili daerah lingkaran, dengan ketentuan, jika setengah petak atau lebih dihitung satu petak, dan jika kurang dari setengah petak tidak dihitung. Maka untuk lingkaran pada gambar di samping, luasnya adalah 52 cm2.
Tugas di rumah
Asal Usul Cara Mencari Rumus Luas Lingkaran
Untuk menentukan rumus luas lingkaran lakukanlah kegiatan berikut ini.
Buatlah sebuah lingkaran pada karton putih dengan panjang diameter 10 cm.
Gambarlah lingkaran pada kertas karton. Gunakan jangka
Warnailah daerah dalam lingkaran tersebut.
Potong menurut keliling lingkaran yang telah dibuat
lipat lingkaran sehingga menghasilkan setengah lingkaran
Lipat kembali setengah lingkaran tersebut menjadi seperempat lingkaran.
Untuk ketiga kalinya, lipat seperempat lingkaran menjadi seperdelapan lingkaran.
Terakhir, lipat seperdelapan lingkaran menjadi seperenam belas lingkaran.
Kembalikan lipatan pada seperti semula. Kemudian, potong lingkaran berdasarkan lipatan yang
telah dihasilkan. Potongan-potongan tersebut merupakan juring lingkaran.
Susunlah juring-juring yang dihasilkan. Kemudian, potonglah salah satu juring menjadi dua bagian.
Dengan demikian, akan membentuk bangun menyerupai persegi panjang.
Bangun yang dihasilkan menyerupai persegi panjang. Jadi, luas lingkaran yang dimaksud sama dengan luas persegi panjang. Dimana panjangnya mendekati πr (keliling setengah lingkaran) dan lebarnya r. Dengan demikian, diperoleh Luas lingkaran sebagai berikut.
Luas Lingkaran = Luas persegipanjang
Luas Lingkaran = panjang x lebar
Luas Lingkaran = πr x r
Luas lingkaran = πr²
Jadi rumus Luas Lingkaran adalah πr²
phi = π = 22/7 = 3,14
d = diameter
r = jari-jari
Contoh soal
Tutup tempat makanan merupakan lingkaran dengan diameternya 28 cm, tentukan luas tutup makanan tersebut
Pembahasannya
Jika diameter lingkaran 28 cm, maka d = 28
Untuk menghitung Luas menggunakan jari-jari (r) seperti pembahasan sebelumnya jari = setengah dari diameter r = 1/2 x 28 = 14
Pada pembelajaran yang lalu, kita sudah mempelajari cara menghitung keliling bangun lingkaran yang tidak utuh. Kali ini kita akan membahas latihan soal yang diberikan kemarin.
Soal nomor 1
Garis yang melalui titik pusat lingkaran, yang menghubungkan salah satu sisi lingkaran dengan sisi lainnya disebut ....
3.4 Memahami makna
proklamasi kemerdekaan,
upaya mempertahankan
kemerdekaan, dan upaya
mengembangkan kehidupan
kebangsaan yang sejahtera.
4.4 Menyajikan laporan
tentang makna proklamasi
kemerdekaan, upaya
mempertahankan
kemerdekaan, dan upaya
mengembangkan kehidupan
kebangsaan yang sejahtera.
SBdP
3.3 Memahami penampilan tari
kreasi daerah.
4.3 Menampilkan tari kreasi
daerah.
Bahasa Indonesia
3.4 Menggali informasi
penting dari buku sejarah
menggunakan aspek apa,
di mana, kapan, siapa,
mengapa, dan bagaimana.
4.4 Memaparkan informasi
penting dari buku sejarah
secara lisan, tulis, dan visual
dengan menggunakan aspek
apa, di mana, kapan, siapa,
mengapa, dan bagaimana
serta memperhatikan
penggunaan kosakata baku
dan kalimat efektif.
PPKn
3.4 Menelaah persatuan dan
kesatuan terhadap kehidupan
berbangsa dan bernegara
beserta dampaknya.
4.4 Menyajikan hasil telaah
persatuan dan kesatuan
terhadap kehidupan berbangsa
dan bernegara beserta
dampakny
Bacalah teks berikut dalam hati!
Permainan tradisional merupakan permainan yang dimainkan oleh masyarakat di suatu daerah tertentu. Indonesia memiliki begitu banyak permainan tradisional yang populer, salah satunya yaitu Rangku Alu yang berasal dari Nusa Tenggara Timur. Dahulu, masyarakat Manggarai biasa bermain Rangku Alu untuk merayakan hasil panen pertanian dan perkebunan, sebagai bentuk rasa syukur dan bahagia. Pada saat bulan purnama, para remaja berkumpul dan meramaikan permainan ini.
Permainan yang menggunakan bambu ini ternyata tak hanya dimainkan anak-anak. Permainan asal NTT ini juga dimainkan semua kalangan. Rangku Alu biasa dimainkan di tanah lapang yang keras dan tidak berumput, karena kalau berumput khawatir akan memicu resiko terpeleset. Alat yang digunakan yaitu empat bambu dengan panjang masing-masing dua meter.
Pemain Rangku Alu dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok yang bermain dan kelompok yang berjaga. Kelompok yang berjaga terdiri dari empat sampai enam orang yang membentuk persegi dan bertugas menggerakkan bambu, masing-masing yang berjaga jongkok atau duduk dengan memegang dua bilah bambu, begitupun dengan yang berjaga lainnya. Kelompok yang mendapat giliran untuk bermain akan melompat di sela-sela bambu dan menghindari jepitan bambu. Terdapat satu sampai empat orang yang mendapat giliran bermain.
Pemain akan masuk ke dalam bambu yang terbentuk bidang persegi dan melompat-lompat sesuai irama buka-tutup bambu. Saat bermain, biasanya bambu yang digerakkan menghasilkan nada atau irama yang berpola. Semakin lama irama bambu dan nyanyian akan semakin cepat, maka pemain harus pintar-pintar dalam melompat agar tidak terpeleset atau terjepit bambu. Jika kelompok yang dapat kesempatan bermain terjepit kakinya, maka harus bergiliran berganti tugas.
Indonesia memiliki ragam tarian yang sangat indah. Keragaman tersebut
menambah kekayaan Indonesia yang luar biasa.
Kamu sudah belajar tentang pola lantai tarian daerah dan mempraktikkannya.
Amatilah gambar berikut dan gambarlah pola lantainya!
Menjadi petugas pengibar bendera tidaklah
mudah. Tugas tersebut adalah tugas tim yang
terdiri dari beberapa orang dan membutuhkan
kerja sama yang baik. Setiap anggota harus
memahami anggota lain sehingga upacara dapat berjalan dengan khidmat.
Menjadi petugas pengibar bendera sangatlah mulia.